Tentang Solo Eksibisi

“Solo Eksibisi” adalah kumpulan cerita pendek perdana Aura Asmaradana yang diterbitkan secara independen. Dengan bantuan Nulisbuku.com, “Solo Eksibisi” terbit dengan muatan dua belas cerita pendek, serta satu epilog dari Dr. Matius Ali. “Solo Eksibisi” dapat dibeli secara online melalui website Nulisbuku.com dengan harga Rp 40.000.

Dr. Lina Meilinawati Rahayu (Koordinator Prodi S2 Ilmu Sastra Universitas Padjadjaran, Dosen Kajian Drama, Peneliti dalam Kesusastraan Indonesia) tentang Solo Eksibisi:

Di setiap akhir cerita cerpen-cerpen Aura selalu diberi kejutan yang tak terduga. Kepiawaiannya mengakhiri cerita menjadikan setiap cerpen memiliki “keindahan” masing-masing. Menelusuri satu persatu cerpen Aura bagai menelusuri kubikel-kubikel yang berbeda dan penuh warna. Semuanya menarik. Semuanya punya keunikan.

makassar

Dipotret oleh Hermei Nabu

Rendy Adiwilaga (Penulis novel Jendela Tanpa Pemandangan, Mengapa Dina, Family Foolosophy, Saraswati, Leopard Kampus, dan kumpulan cerpen Layu) tentang Solo Eksibisi:

Kalau boleh memancing anda semua untuk mengatai saya berlebihan, saya bisa jadi juaranya untuk hal ini. terlebih jika berbicara tentang solo eksibisi. bukan apa-apa, karena bagi saya, Solo Eksibisi merupakan kumpulan cerpen debutan yang pantas dihujani perhatian lebih. Tulisan Aura terbilang nakal, menampar kanan kiri bidang pipimu yang terlalu sering melamun, menyentil nalar, dan tak habis-habisnya membuat rongga pernapasan menderu hebat karena alur yang sulit ditebak. kalau bung dan nona tak percaya, baca lah ‘Romansa’, atau ‘Daras Doa Tubuh Pilihan’. kalau nanti kalian ikut-ikutan berlebihan setelah membacanya, ku tak kan mengatainya karena malu adalah reaksi alami. Satu hal yang menyenangkanku saat ini, lebih dari kalian semua, adalah, tak ada yang lebih membanggakan dan menyenangkan daripada mendapati kawan melahirkan karya perdana yang jelita nan rupawan.

Berto Tukan (Mahasiswa Pascasarjana STF Driyarkara, Aktif di IndoProgress dan Ruangrupa) tentang Solo Eksibisi:

Membaca cerpen-cerpen Aura di dalam buku ini, kita menemukan aroma eksistensial yang kuat. Cerpen-cerpen di dalam buku ini mengisahkan permasalahan-permasalahan perempuan remaja kontemporer yang dibalut di dalam simbol-simbol serta cara penuturan yang seolah mencoba membungkus kesuraman demi kesuraman yang dialami tokoh-tokoh utama di dalam cerpen-cerpen tersebut.
soleks
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s