Hidup:

/1/   ini kerontang yang manis. Kita binatang liar suka marah merindu jabat tangan rasa cherry wine ini haus yang platonik. Kita pikiran-pikiran jorok juga gerombolan ide subtil tentang Tuhan dan kebaikan Face to face Hal-hal bisa lebih mudah jika tidur saja. Dengan mimpi tentang bebunyian. “Itu apa ya? Jamahan Tuhan?” Renjana pada semesta, babe.… Read More Hidup:

Balada: Mimpi Seorang Perempuan

Satu hari masih dini, seorang perempuan bermimpi. Tentang hari pertama usia dua empat yang ceria. Dewasanya dirayakan di bak terbuka sebuah mobil. Kedua mata ditutup selendang hitam. Teman serta kekasih memintanya begitu. Ke mana mobil hendak membawa, itu rahasia. Sebelum tenggelam dalam penasaran, perempuan mengintip. Jalanan tanpa hambatan berarti, tapi tak lengang jua. Tetiba perempuan itu… Read More Balada: Mimpi Seorang Perempuan

Saudara Imajiner

  Puisi ini, bersama satu puisi lain, “Kehilangan Buku” dimuat di ruang Puisi harian Pikiran Rakyat hari ini. Oleh redaktur, puisi ini dipotong menjadi hanya dua paragraf awal. Mungkin terdapat kesalahan teknis, tak apa. Namun sudah barang tentu pemotongan tersebut berpengaruh sangat signifikan (dan mengecewakan). Puisi yang jumlah katanya 372, dipapas menjadi 83 kata saja,… Read More Saudara Imajiner