Moro: Sebuah Jampé Orgasmik

Ada sedikit luka ketika mendengarkan Moro. Apalagi ketika terlebih dulu tahu bahwa yang dibawakan Morika Tetelepta itu adalah tafsir atas sebuah mantra—atau jampé dalam bahasa saya—tua Maluku. Pasalnya, tak semua orang punya pengalaman berhadapan dengan mantra. Hal itu sebetulnya patut disayangkan karena hemat saya, mantra adalah ekspresi manusia paling fundamental lagi naif. Mantra adalah penyampaian… Read More Moro: Sebuah Jampé Orgasmik

SOLO EKSIBISI

“Cerita-cerita Aura Asmaradana adalah sekumpulan kejutan yang diakhiri secara apik dengan kiasan.”. Aura menyajikan 12 cerita yang memperkaya daya khayal pembaca. Hera, Zakhri, Eva, Brina, Rona, Sy… Source: SOLO EKSIBISI Proses menulis bukan creatio ex nihilo. Cerita tak hadir dari ruang kosong. Malam hari, tanggal 18 April 2013, sang pacar pernah bicara: “…Mungkin benar kata Nietzsche, penulis yang hebat itu… Read More SOLO EKSIBISI

Religiusitas di Negeri Entah (Resensi Novel Aurora: A Sweet Goodbye)

Sumber gambar: http://peaceofhumanitarian-brotherhood.blogspot.co.id/2016/01/sale-novel_3.html Aurora: A Sweet Goodbye (selanjutnya disebut Aurora) adalah sebuah untaian fantasi. Karya Meccisti Mecca (selanjutnya, izinkan saya menyapanya Isti) itu menyuguhkan kental hawa religius dan spiritual. Mengenai makna kedua kata itu, marilah kita sepakat dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. “Spiritual” diartikan sebagai berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin), sedangkan kata “religi” berarti… Read More Religiusitas di Negeri Entah (Resensi Novel Aurora: A Sweet Goodbye)