Fik-Min: Bincang Ibu-ibu

Bu Irna, istri ketua RT, menahan Bu Mariam di beranda rumahnya. Ia cerita A hingga Z pada tetangga barunya itu. Satu jam berlalu sampai tak ada lagi yang menarik digosipi selain mimpi Bu Irna semalam. Seorang pria tampan berkulit gelap dan bermata sayu menggodanya. Mimpi atau bukan mimpi, Bu Irna kelihatan senang dan berpeluang. “Wah,…

Setan

Gambar: Devil’s Tail (Diperoleh dari Flickr) Omaku yang rajin mengaji tinggal beberapa hari di rumah. Semenjak ia datang, aku sering mandi karena kepanasan. Neraka seperti menggelindingkan bara-bara api di lipatan-lipatan tubuhku. Hari ketujuh–ketika ia mulai tak rindu rumah lagi–ia mengeluh sering terlambat bangun untuk sembahyang pagi. Seperti ada lantunan nina bobo yang menyumpal telinga. Jangankan…

Fik-Min: Pesan Pendek

“Pergi main? Baguslah! Tak usah pulang. Saya berani lapor pada dosenmu. Kamu selalu terlalu berani pada saya dan nenekmu.” “Aku harus misa hari ini, bu. Kebetulan dosen pembimbing juga di sini. Mau bicara? Bisa telepon sekarang. Kami baru selesai.”