Tentang Aura

IMG_20171020_130604

Aura (Alifa) Asmaradana kelahiran Serang, Banten 1993. Jatuh cinta pada puisi “Dingin Tak Tercatat” dan menghapalnya di luar kepala pada usia lima. Menulis catatan harian sejak bisa menulis, menulis cerita pendek dan esai sejak sekolah menengah pertama. Ketika duduk di sekolah menengah atas menulis novel pendek pertama berjudul “1994” tak lain karena tugas kenaikan kelas dari Ms. Tetty, sang guru bahasa dan sastra Indonesia.

Beberapa esai terbaru Aura dapat dibaca di Qureta. Klik [DI SINI] untuk membaca. Turut menulis pula di media online: voxpop.id dan geotimes.com.

Kumpulan cerita pendek pertama berjudul “Solo Eksibisi” diterbitkan dengan bantuan Nulisbuku.com.

Aura tertarik dengan isu-isu sosial, politik, dan budaya. Selain menulis, Aura mencintai membaca, bermain teater, memasak, mendaki gunung, dan tentu saja, bermain dengan dua malaikat kecilnya, Apriori dan Agathon.

Sekarang Aura sedang belajar menulis puisi. Beberapa puisi ada di blog ini dan di notes kecil kesayangan. Beberapa puisi dapat dibaca di SINI dan di SINI.

Aura baru saja meluncurkan “Solilokui”, novel perdananya dibantu oleh beberapa kawan. Untuk menghubungi bisa melalui alamat surat elektronik aurasmaradana@yahoo.com atau akun Twitter @aurasmaradana.

Advertisements

34 Comments Add yours

  1. opay says:

    blognya keren juga, tp blm d baca. wkakakkaka.
    knp g d buat novel kyk c raditya dika..

    1. Aura Asmaradana says:

      wuhuhu. thanks udah liat.
      tapi alangkah senangnya hatiku kalo dibaca. hehe.

  2. kris, sj says:

    komen dikit ya…
    soal Tuhan sudah mati???
    Oh ya ada film berjudul “when Nietzsche wept” sudah nonton?
    selamat bereksplorasi dengan kata-kata dan jangan bosan-bosan ya

    makasih

  3. Inilah dia. inilah ia. aura namanya.

    murid saya dahulu. kembali berkicau di Blognya.
    yang aku pun baru tahu.

    semangat nak.

    Salam dari Bapak.

    engkau pasti telah kenal orang muda ini.

  4. vickyridwana says:

    salam kenal mbak aura… selamat menulis, menulislah yang banyak.. hehe

    1. Aura Asmaradana says:

      Salam kenal. Terima kasih 🙂

  5. Fuji Haru says:

    Wah…liat blog kamu jadi semangat untuk menulis lagi. Apapun!

  6. @Iman_Noerr says:

    lucu yg nulisnya hehee
    menarik tulisan semangat terus utk menulis…

  7. salam kenal… baru buka web anda dan tertarik dengan tulisan2 filsafat, terutama permenungan dari rm driyarkara. berharap masih tetap bisa membaca dari blog anda ini. beribu terima kasih

  8. Mei says:

    jadi pengen nulis juga.. hehe

  9. Rizki Putra Pratama says:

    Aura apa kabar ? 🙂 masih inget saya ? Yg sering ngejailin km waktu sd 😀

  10. Imron says:

    Salam kenal aura, terimaksih ya tulisan tentang “Filsafat Hukum Kontemporer: Berpetualang dalam Perdebatan Formalisme dan Realisme Legal”, luar biasa, sy susah sekali memahami keranga berfikir HLA. Hart tapi kamu dengan gamblang mengurai..

  11. Selamat menulis dengan berbahagia Aura. Buah jatuh memang gak jauh dari pohonnya. Saya, pengagum karya-karya ibumu. Salam kenal.

  12. mfadel says:

    Hi, salam kenal 🙂
    Ini blog paling sastrawi yang pernah saya kunjungi!

    1. Aura Asmaradana says:

      Hai, Fadel, salam kenal. “Blog paling sastrawi” itu pujian atau gimana ya? Hahaha. Terima kasih. Saya menikmati tulisan-tulisanmu lho.

      1. mfadel says:

        Aih, pujian itu mbak. Jarang2 bisa ketemu blog rasa sastra sekental ini. Bisa jadi tempat belajar belantara kalimat dan kata (y)

        Senang ada yang menikmati 🙂

  13. selfdeterministic says:

    kak aura kuliah dimana? tulisannya lumayan

    1. mfg aura asmaradana says:

      Hai. Terima kasih sudah berkunjung. Saya kuliah di STF Driyarkara, Jakarta

      1. selfdeterministic says:

        wih keren kak. tulisannya gak kalah sama mahasiswa dr kampus yg ternama..

      2. mfg aura asmaradana says:

        http://www.stfdriyarkara.ac.id <– karena kami punya banyak sekali dosen "ternama"

  14. Salam kenal, Aura Asramadana. Tulisannya keren-keren.

    1. mfg aura asmaradana says:

      Salam kenal juga, Kak Maman. Saya pengagum tulisan-tulisanmu. Salam liberal! 😁

      1. Selamat berkunjung juga di dunia kecilku yg tak seberapa ini: https://mamansuratmanahmad.wordpress.com/ Hehe..

      2. mfg aura asmaradana says:

        Sudah saya follow kok 👌

  15. Waw….
    Luar biasa
    Salam kenal, mbak.

    1. mfg aura asmaradana says:

      Terima kasih, mbak, sudah berkunjung

  16. aura asmaradana says:

    Organorgan tubuhku lepas kaugombali, kaaak kak. Haha

    Bikin karya bareng dong. Cek hashtag (#)merespon

  17. gust_kn says:

    Tulisan-tulisan keren dari penulis beken. Luar biasa! Two thumbs up.

    1. aura asmaradana says:

      Apalah saya ini. Terima kasih sudah berkunjung, tuan penyair.

      1. gust_kn says:

        Sematan “tuan penyair” ini rasanya aku tidak pantas. Hahahahahahaha

      2. aura asmaradana says:

        Tanpa syiar sajaksajak
        Manusia yang menghayati pertemuannya dengan realitas
        Sudah jadi penyair

        Apalagi yang menulis syair
        “Mata salah melihat apa yang tangan perbuat”

        Harus kusebut apa?

        Ehehe 😉

      3. gust_kn says:

        Pertanyaan retoris “Harus kusebut apa?” membuatku terpekur dalam renung mahadalam. Terima kasih seribu sang novelis, cerpenis, dan esais terbeken dengan tulisannya yang kece.

  18. Baihaki says:

    mantep kak usia lima sudah bisa menulis kak… kak minta solusinya dong biar bisa menulis seperti kakak

    1. aura asmaradana says:

      Usia lima cuma “jatuh cinta pada puisi “Dingin Tak Tercatat”-Sapardi dan menghapalnya di luar kepala”, mz -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s