Di Sela Being and Time


#Merespon karya Ade Deni RamdaniTo Hell and Back

(mix media), 2014-2016

Di sela membaca Being and Time, terombang-ambing gelombang laut Teluk Kiluan, Marzab menunggu kabar dari Yunus. Sepapan bagian dari jukung sewaan sudah basah akibat keringat gelisah dari punggung Marzab. Bagian belakang torsonya lembab. Di sela membuka halaman demi halaman buku, mata Marzab melirik telepon genggam yang lengket di paha. Di balik kacamata hitam, mata Marzab belum sanggup lelap meski dininabobokan penantian.

Sudah lima hari tak ada kontak antara Marzab dan Yunus. Marzab ingat-ingat wajah tirus Yunus. Matanya yang sipit dan kulitnya yang coklat. Teristimewa adalah jambang Yunus yang menggelikan. Bukan lucu, tapi membuat geli. Ingatan Marzab melayang pada detik ketika jambang itu tak sengaja rebah di pundak telanjangnya.

Yunus ditemuinya di kereta komuter. Memelototi buku catatan ukuran saku, mulut Yunus komat-kamit. Marzab mengira Yunus tak waras. Senggol punya senggol, Marzab mendapatkan cerita Yunus.

Kampung Yunus berada di sudut Barat negeri. Tanah garapan adalah tumpuan hidup masyarakatnya. Bagian-bagian tubuh mereka melekat pada undak terasering yang tak pernah jenuh ditanami.

Obrolan Marzab dan Yunus berlanjut ke tenda-tenda kaki lima. Di kolongnyalah Marzab menyaksikan kekayaan ekspresi Yunus, terutama kemarahan seorang wakil dari kaum penanam. Ketika kopi di ladangnya diberi harga lima ribu rupiah oleh tengkulak, Yunus merantau ke ibu kota. Ia marah-marah sambil menyiasati roda produksi. Ia membuat kafe tempat kopi jadi milik semua kalangan. Dengan begitu, ia memperjuangkan bagian tubuh para kerabat, bahkan rela bangkrut berkali-kali.

Yunus beranjak jadi kapitan ideal bagi Marzab. Mendengar cerita tentang bapak kandung Yunus, hawa metropolitan yang bersemayam di tubuh Marzab mencak-mencak. Bapaknya dikejar preman utusan raja sawit sampai ke tengah hutan gegara pertahankan kopi. Sempat dicium paksa paksa oleh bilah. Jarinya juga patah. Lengkap sudah bibit, bebet, bobot Yunus.

1395119_10151907184932510_2130282289_n
Kiluan, Oktober 2013 (Foto oleh Mona Sylviana)

Di sela membaca Being and Time, Marzab menghidu nafas yang laut hembuskan. Ingin rasa Marzab mendengar melodi kritik buatan Yunus. Genjrang-genjreng alunan keluar dari lubang gitar sehampa liang telinga Marzab. Telinganya bagai dirayu setan. Ingat Yunus, bisa lupa segala.

Sampai malam ketiga di Pulau Kelapa milik teluk, Yunus tak datang tepati janji. Marzab masih mencoba menekuni Being and Time di antara gidikan mendengar suara tokek sebesar lengan. Ia memutuskan pulang cepat saja. Patah hati pada Yunus yang ingkar.

Sampai di ibu kota, Marzab mendapati Yunus di headline koran nasional. Sebuah ledakan menggegerkan pusat keramaian kota, di dalam Starbucks yang dingin. Tubuh Yunus terpisah-pisah. Ia dihajar kelompok asam, kalium, dan paku gotri yang mungkin ia ramu sendiri.

Marzab tetiba ingin lari ke teluk lagi. Berendam di air asin, membasahi torso dan celana dalamnya juga mengulang baca Being and Time lagi, karena ia tak pernah bisa jawab: kepalanyakah yang selalu ingat Yunus sehingga tak bisa dapat apa-apa? Atau karena Heidegger memang tak sejernih air teluk?

Di atas sofa, menghadapi headline, pikir pertama Marzab dipenuhi tanya,

“Teori apa gerangan yang Yunus pikirkan tentang harga dirinya dan Starbucks?”

“Mungkin Yunus tak seikhlas kelihatannya….” Selanjutnya, ia tak berpikir apa-apa, cuma menangis tersengguk-sengguk.

Sejak itu, saat dalam kereta komuter, Marzab tak pernah mau bicara dengan siapa pun. ***


PROFIL ADE D.R

Ade Deni Ramdani lahir di Bandung, 16 Maret 1992. Mulai menggambar di usia lima tahun, mulai mencoba komersil kelas satu sekolah dasar. Menghasrati tema surealisme, psikologi, spiritualisme, kesendirian, dan hasrat ingin mati, juga family value dan dunia anak. Karya-karyanya dapat dilihat di akun Facebook atau Tumblr.

Advertisements

One thought on “Di Sela Being and Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s