Ziarah Kita #2


Sabdamu ke padang-padang;

ke musim gugur di bukit Rieti;

bahkan kepada hewan berumur pendek

memberi cela pada adaku.

 

Ziarahmu bukan imajinasi dunia.

Nyata, sepasang mata kaki tak berkawan kasut

pancing lapar pada converse teranyarku;

pada tepian hati yang aus dikikis dendam.

Lapar kemuliaan.

 

Bahkan ketika berabad badai memecah kapal dan kepalmu,

dadaku mendentumkan lelaguan muasal dari langkah kaki dan tongkatmu. Sebuah solawat tentang sapamu pada semesta. “Selamat berjumpa, saudara-saudara baik!”

4 Oktober 2016

Featured image diperoleh dari pixabay.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s