Perempuan Penggoda yang Mati Oleh Linggis


Hari ini belum tersiar kabar dari ladang tetangga.

Ladang tandus rambut tebu kering, peluhnya cita-cita.

Sementara, ladangku tebar wangi panen anggur.

Semut-semut berperut madu kuhantamkan pada bara panas.

Menghasilkan asap dan karamel khas masakan Eropa.

 

Tuan petani dari ladang sebelah mengintip di sela resah,

Puan petani berlari mengejarku.

Linggis dalam genggamannya belum tepi

ketika sebelah pelupuk mataku sedang kerjap pada sang tuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s