SOLO EKSIBISI


“Cerita-cerita Aura Asmaradana adalah sekumpulan kejutan yang diakhiri secara apik dengan kiasan.”. Aura menyajikan 12 cerita yang memperkaya daya khayal pembaca. Hera, Zakhri, Eva, Brina, Rona, Sy…

Source: SOLO EKSIBISI

Proses menulis bukan creatio ex nihilo. Cerita tak hadir dari ruang kosong. Malam hari, tanggal 18 April 2013, sang pacar pernah bicara:

“…Mungkin benar kata Nietzsche, penulis yang hebat itu biasanya membungkus apa yang ingin dikatakannya sedemikian rupa supaya tidak ada atau sedikit orang yang akan paham…”

Solo Eksibisi hadir sebagai representasi realitas. Sedikit orang yang bisa menangkap kegelisahan yang sebetulnya ingin saya utarakan (meskipun tak berarti saya adalah si ‘penulis yang hebat’ itu). Eimen Bhajo salah satunya. Ia adalah sahabat yang daya refleksinya menarik. Kadang terlampau rumit. Tapi tetap wajar.

Dia menulis tentang Solo Eksibisi. Dia menyoroti tentang keberanian, meski saya akui, keberanian itu bisa jadi cuma topeng. Dia menutupi saya–sang penulis–yang jauh dari kata berani. Tapi mungkin pun berkat topeng, realitas bisa disuarakan lebih lantang, sama seperti fungsinya dalam pertunjukkan teater di era Yunani Kuno.

Sila dinikmati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s