FIKSIMINI: Mandor


Seorang bapak bertugas seperti mandor. Ia berkacak pinggul di ambang pintu mengawasi seseorang memotong rumput dengan mesin. Ia mengawasi lantaran dianggapnya para pemotong rumput bekerja tak baik. Banyak rumput di sela paving block yang luput dari pisau mesin. Ada pula gaya mereka yang terlalu santai dalam bekerja.
“Sedikit-sedikit istirahat! Tak niat rupanya, mencari uang.” Ujarnya geleng kepala.
Bapak itu lalu mengangkat sarungnya setinggi lutut. Masuk ke dalam rumah. Melanjutkan minum kopi dan mengunyah pisang goreng. Kakinya diangkat ke kursi seberang. Betapa santai. Kelak, sepanjang hari ia begitu. Anak dan istrinya lalu lalang mengerjakan pekerjaan rumah. Menantunya duduk di lantai, membungkusi kue buatan istrinya yang hendak diantarnya tengah hari. Bapak bersarung kehabisan kudapan. Ia membuka kulkas mencari sasaran. Ia mengunyah hingga ngantuk di atas sofa. Ia tidur. Sore nanti, baru ia masuk kamar mandi. Membasuh tubuh. Lalu tidur malam sesaat petang habis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s