Halte


Halte

Duduk.
Gelosor bokong di atas bangku mengkilap,
kepul asap dari batang di sela jari,
kadang gelak tawa,
kadang rundung pilu,
menunggu hujan berhenti;
menepi di perhentian benda langit.
Bersama bintang gemintang dan komet-komet.

Duduk.
Hujan berhenti.
Pancar lampu taksi mengabdi pada malam,
sekaligus membuktikan bokong-bokong
masih tetap lekat.
Plat-plat halte menjadi hangat;
menjadi riuh;
menjadi penuh.

Terus menerus…
Satu malam, dua malam, tiga malam.

Maaf kami belum sempat kembali.

Cileunyi, 11 Juli 2013
(Fotografi oleh Roy Hurint)

Advertisements

One thought on “Halte

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s