Kamboja Abadi


“Kalau kamu menemukan bunga kamboja yang tercecer di jalan dan tidak menemukan pohon tempatnya berasal, beruntunglah kamu. Sebab bunga itu adalah bunga yang tidak akan pernah layu.”

Entah mengapa hanya kamboja yang memiliki jenis istimewa. Bunga semacam itu bahkan lebih sempurna dari manusia. Ia tidak akan kering sampai dunia berakhir. Makanya, sebaiknya, kamu jangan berani mencoba untuk mencari di mana pohonnya berdiri. Karena jika dicari, Kamu mungkin saja akan menemukan satu kebenaran yang mengejutkan itu. Tidak semua bunga kamboja punya keluarga; tidak semua bunga kamboja jatuh dari pohon. Bunga-bunga kamboja tertentu muncul secara langsung dari dalam tanah. Dalam mewujud, ia pertama timbul di tanah, atau bahkan aspal seperti sebuah titik. Titik itulah yang akan tumbuh besar menjadi kuncup, lalu mekar menjadi kamboja yang sempurna. Dari mana asalnya? Jangan bertanya seperti itu. Tak ada yang tahu. Mungkin bisa dibilang, bunga kamboja itu tumbuh benar-benar dari ketiadaan. Creatio ex nihilo. Potensi kebungaan tiba-tiba saja mewujud menjadi materi; tanpa melalui tunas pohon. Maka dari kedatangannya yang tiba-tiba dan tanpa bantuan apapun kecuali dunia, maka kepergiannya pun tidak ada! Bunga kamboja seperti itu abadi. Jika kamu suatu saat menemukannya, ada tanda yang dapat membuatmu yakin mengenai keistimewaannya. Perhatikan setiap kelopaknya, maka akan ditemukan rangkaian tulisan. Tulisan itu tidak dalam bahasa apa-apa, tapi dalam sekejap, kamu akan mengerti.

Sayangnya, sesempurna apapun bunga-bunga yang mungkin dilemparkan Dewa itu, ia tetaplah bunga. Tidak seperti manusia, ia tak punya rasa dan rasio yang dapat membantunya mengerti kehidupan. Yang ada pada dirinya hanyalah keabadian. Bertanyalah padanya apakah ia merasakan atau bahkan memahami keabadian. Mungkin ia mampu menjawab melalui tulisan-tulisan yang tak nyata itu. Yang pasti, keabadian adalah dirinya sendiri. Keabadian tidak terpisah darinya. “Pemahaman” atas keabadian itu ya disebabkan oleh bersatunya diri si bunga kamboja dengan keabadian itu.

Percaya? Tidak usahlah.

Image

Advertisements

One thought on “Kamboja Abadi

  1. Mungkin bukannya nggak punya rasio dan perasaan, Ra, siapa tau bunga kamboja punya logikanya sendiri yang kita nggak paham … ehehehe …. mungkin lho …

    Tante Dea baru ngeh kalo bunga kamboja nggak bisa layu. Menarik banget kalo ditarik ke macem-macem metafor.

    Suka, Ra, bagus banget tulisan ini =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s