Catatan Seorang Anak


Itu seperti mengumbar tubuhmu di hadapan publik ketika aku berkata: Pa, aku ingin pindah agama. Imaji tentang aku, mama, dan papa memenuhi alam bawah sadar. Betapa sebelumnya mereka tidak mengenalku. Kini, malah hal fundamental yang kukatakan pada papa.

Aku ketakutan, tapi juga yakin. Yakin bahwa tak banyak dariku yang akan berubah. Aku tetap manusia.

Nyatanya, mama tak pernah tahu aku ingin pindah agama dan sepenuhnya berjalan atas panggilan Tuhan. Karena ya memang nyatanya aku tidak berubah. Tapi saat aku bertanya: mengapa mama tak kuberitahu? Aku tak ingin menjawab. Aku sungkan menelanjangi diriku di hadapannya seperti saat aku masih bayi.

Masalahnya, dari sudut mana perbedaan itu dipandang? Aku sudah berkira mama akan berpikir apa saat ternyata kita berjalan di sisi yang sama. Meski bagiku, kita satu tujuan.

Perubahan. Mama akan mulai mencari janggalku: aku diubah. Tak pengaruh jika aku bilang bahwa aku tak benar-benar berubah. Ya, kasihku tidak akan berubah.

Aku tetap pernah telanjang di pelukan mama.

Aku tetap pernah  dibagi air susu.

Tapi aku sudah di sini.

Maaf, Tuhan, kalau aku tidak memberi mama kesempatan lebih.

Untuk seseorang. Tentang kejujurannya pada Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s