Akukah?


tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

(Sapardi Djoko Damono)

Hujan itu punya cinta. Begitu juga dengan hujan bulan Juni. Cintanya begitu disadari. Meyakinkan. Tapi yang meyakinkan selalu harus dikatatakan, bukan? Begitulah cinta milik hujan bulan Juni: ragu-ragu. Dia hanya diam saja. Sampai akhirnya cinta itu tak pernah terucap; terserap oleh alam yang selalu terbuka pada cinta.

Akukah hujan bulan Juni?

Selamat ulang tahun, Opa Sapardi Djoko Damono.

Advertisements

2 thoughts on “Akukah?

  1. Muhammad Ridwan

    love has never to said and regrets

  2. ra, kamu masih cucunya Sapardi Djoko Damono?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s