Filsafat


“Filsafat sempat bikin aku jauh dari kewajiban-kewajiban dalam agama, tapi setelahnya, filsafat juga yang menggiring aku kembali.” Katamu waktu itu.

Setelahnya aku shalat di kamarnya. Wangi sajadah, yang mirip wangi tubuhnya, masih terasa menempel di wajah saat aku hampiri dia di ruang makan. Dia sedang tekun menulis catatan harian.

Aku langsung menulis buku harian, hampir dua halaman paragraf opini pribadi tentang filsafat dan iman. Kalimatmu juga aku kutip di dalamnya. “Filsafat sempat bikin aku jauh dari kewajiban-kewajiban dalam agama, tapi setelahnya, filsafat juga yang menggiring aku kembali.” Bohong kalau kamu lupa.

Aku menciumnya. Dia terus mengoceh tentang filsafat dan iman. Kuduga, itu yang dia tulis di catatan hariannya. Kami lalu membangun diskusi sampai hampir tengah malam. Keterlaluan jika dia tidak ingat itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s