Masih


Pagi beranjak siang tadi, saya berangkat. Kali ini lebih berat rasanya. Ada terlalu banyak hal yang harus dihindari. Meski tetap duduk di halte, saya tidak duduk di tempat biasa. Saya menghindari pandangan dari si spektator: wajan penuh minyak bergolak dan wangi khas kedelai. Saya menghindari kenangan. Tentang roman kamu dan saya.

Bilang apa? Harus bilang apa saya kalau saya nantinya bersandar di dekat asap panasnya, lalu berurai air mata? Ada terlalu banyak hal yang harus dihindari. Ada terlalu banyak kenangan. Masih berasa nyata hangat genggaman tanganmu yang diiringi gemericik minyak cokelat tua dalam wajan. Saat itu kamu bilang, “Memangnya kita kenapa? Apa kita akan benar-benar berpisah? Kita tak lagi saling asih? Tidak. Tidak ada yang akan berubah.”

Nyatanya kini sudah terlalu banyak yang berubah. Adamu pun saya tidak dapat menduganya.

Nyatanya terlalu banyak hal yang harus saya hindari. Memori tentang kita terlalu banyak.

Malam. Sesaat yang lalu, saya menaruh telur ikan terbang di ujung lidah dan memaksanya menetas. Kita berjanji untuk membuat seperti yang satu itu. Menggulung abon ikan, mentimun, dan mayo dalam nasi ketan dan lembaran rumput laut. Tidak dengan tuna atau salmon, karena lidahmu tidak bersahabat dengan ikan. Matang maupun yang mentah.

Tak usahlah saya menunggumu untuk masak bersama dan makan. Saya makan sendiri saja tadi.

Besok saya harus pulang lagi. Satu ruangan dengan edelweiss—berpadu dengan baunya—serta burung-burung dari kertas warna dalam stoples. Juga dengan banyak hal lain yang sengaja saya situskan di tempat yang kasat mata. Untuk membuat saya semakin kuat, tentu saja. Sehingga akhirnya, semoga, tak ada lagi hal yang harus saya hindari.

Masih berduka atas kematianmu (atau sekadar alpa?), kekasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s