Etimologi dan Terminologi


Seorang blogger menulis mengenai subjektivitas. Di sela-sela tulisannya, dia menulis mengenai penolakannya untuk membahas subjektivitas melalui etimologi dan terminologi. Katanya, kedua hal tersebut biasanya hanya membuat pusing dan mendatangkan masalah baru. Etimologi dan terminologi baginya tidak akan pernah hadir sebagai problem solver, namun bahkan hanya akan menjadi neo-problem maker.

Jika saya menulis menggunakan tema ini, sudah hampir dapat dipastikan bahwa saya agak atau sangat keberatan dengan pernyataan si blogger. Oke. Kita mulai dari Etimologi. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], etimologi adalah asal usul kata, penjelasan mengenai asal usul kata, atau ilmu yang berhubungan dengan asal usul kata. Sedangkan terminologi adalah peristilahan atau ilmu mengenai batasan atau definisi istilah. Sekarang menggunakan keduanya, kita bedah subjektivitas.

Juga di KBBI, subjektif yang merupakan kata dasar dari subjektivitas adalah mengenai atau menurut pandangan [perasaan] sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya. Tapi subjektivitas, tidak ada di dalam KBBI, juga di Wikipedia, atau di tempat lain. Yang saya tahu, subjek><objek, dan berarti subjektivitas><objektivitas. Objektivitas, dalam KBBI adalah sikap jujur, tidak dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan dalam mengambil putusan atau tindakan. Maka subjektivitas paling tidak adalah sikap yang dipengaruhi pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan lain dalam mengambil putusan atau tindakan.

Blog yang saya baca, menulisakn contoh-contoh mengenai subjektivitas menurut penulis, yaitu [yang saya simpulkan] hanya berpikir dan berbuat sesuai keinginan pelaku. Bagi saya itu kurang. Ada hal yang penulis itu lewatkan, yaitu bahwa subjektivitas juga dapat dipengaruhi oleh pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan lain.

So, see, akan ada sesuatu yang luput dari pandangan saat sesuatu tidak dipandang melalui etimologi dan terminologinya. Terlihat kecil, tapi tidak bagi saya. Karena sekecil apapun, itu mungkin bisa menghasilkan yang luar biasa. Etimologi dan terminologi memang bukan problem solver, tapi alat bantu untuk memahami.

🙂

Advertisements

5 thoughts on “Etimologi dan Terminologi

  1. betul etimologi dan terminologi adalah alat bantu untuk memahami satu kata dalam bahasa. penggunaan kata yang berbeda struktur katanya akan mempengaruhi arti / makna bagi orang yang mengucapkan dan mendengarnya dalam menyampaikan atau menerima satu maksud.

  2. memang. banyak yang bilang begitu. masalahnya saya masih terlalu malu memberi link atau mengutip blog yang dibahas. saya nggak begitu kenal orangnya, saya bayangkan, nanti dia bilang, “apa-apaan nih? siapa elo komen tulisan gua?” 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s