Ketertarikan dan Prioritas


Waktu saya mengutarakan niat saya untuk kuliah filsafat, banyak orang yang bertanya kepada saya. Beragam pertanyaan terlontar dari mulut orang-orang di sekeliling saya, termasul almarhum kakek saya yang waktu itu masih terbaring di tempat tidur rumah sakit, bergulat dengan penyakit kankernya. “Orang filsafat itu nantinya kerja apa? Apa nggak susah cari kerjanya?”. Kira-kira seperti itu. Saya diam. Agak menyesali, kenapa pula harus pertanyaan macam itu yang terlontar? Pikiran saya ngalor-ngidul. Apa yang namanya ilmu bisa tidak berguna? Apa beliau (dan juga banyak orang lain) tidak ingin bertanya mengapa saya tertarik filsafat? Di sisi lain, saya merasa malas menjawabnya. Bukan karena terlalu lelah, tapi terkadang saya merasa takut mengatakan tentang hal yang tidak sejalan dengan apa yang mereka pikirkan.

Buat saya, ini semua mengenai ketertarikan dan prioritas. Ketertarikan saya mengenai filsafat dan tujuan yang diprioritaskan melalui proses pembelajaran di universitas. Setiap orang memiliki ketertarikan serta prioritas yang berbeda. Pertanyaan-pertanyaan di atas terlontar karena mungkin, orang menganggap bahwa dunia kerja memiliki keterkaitan kuat dengan masalah materi. Sebut saja di sini, uang. Pekerjaan baik sama dengan hidup makmur dan sejahtera. Itu yang dapat saya simpulkan dari pertanyaan dan pernyataan orang-orang di sekitar saya.

Saya tertarik dengan filsafat. Terbukti, saya bisa membuat diri saya nyaman dengan filsafat. Dan harapan saya, orang-orang di sekitar saya pun begitu, nyaman akan ilmu yang saya miliki. Jadi jelas, itu hal yang menjadi prioritas saya.

Mengenai ketertarikan dan prioritas yang berbeda, saya menemukan itu bukan hanya mengenai masalah pilihan jurusan kuliah, tapi juga banyak hal lain. Kadang perbedaan keduanya berkembang jadi masalah besar. Tapi toh itu bukan lagi masalah jika kita mengerti betul seluk-beluknya dan tidak malas berpikir.

Awalnya, saya pikir ditentang itu menghambat. Tapi ternyata bukan sepenuhnya menghambat, tapi membuat cara berpikir saya semakin dalam dan matang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s