Sehari Menjelang Selesai


Ujian Nasional (UN) sehari menjelang selesai. Meski besok masih ada 40 soal ekonomi yang mesti dikerjakan, tapi paling tidak, ada banyak kelegaan. Saya akhirnya akan segera menemukan dunia yang sepertinya siap melayani tanda tanya milik saya.

Beberapa hari ini saya disibukkan oleh pikiran saat menyaksikan tayangan berita di televisi yang menayangkan kecurangan-kecurangan saat mengerjakan UN. Di satu sisi, saya merasa beruntung karena merasa tidak perlu mencontek atau berusaha mencari kunci jawaban. Tiga hari berlalu, saya mampu. Meski hari kedua agak tersendat 🙂 Di sisi lain, saya mulai mempertanyakan pernyataan salah seorang teman: “UN itu nggak usah dianggap serius. Nggak apa-apa melakukan cara apapun demi dapat pernyataan lulus. Memangnya saat kita dinyatakan nggak lulus, pemerintah mau dengar alasan ‘tapi kan saya jujur, pak’? Ini memang ujian, tapi dari awal, semuanya udah nggak adil. Untuk apa dilanjutkan dengan cara yang ‘benar’?” Kira-kira begitu intinya. Setelah saya renungi, itu memang benar. UN itu konsep. Segala sesuatunya diatur. Tapi bagi saya itu konsep yang kurang tepat. Kenapa? Karena ternyata ada orang yang punya jalan pikiran seperti teman saya itu.

Saya lalu lihat sekeliling saya. Hemat saya, tidak semua orang punya pikiran seperti teman saya. Tidak semua orang mau mengkritisi hal-hal macam UN. Lalu, bagi orang-orang itu jadinya keadilan yang disebut-sebut teman saya itu, hanya milik segelintir orang saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s