Bom Cirebon: Islam dan Terorisme


Siang tadi bom kembali meledak. Tepatnya diledakkan. Kali ini di Cirebon, di sebuah aula multifungsi. Bom meledak saat shalat jumat baru saja dimulai. Banyak orang mengira suara ledakan bom adalah suara ledakan ban truk, tapi ternyata terbukti bom setelah orang-orang berlarian keluar mesjid. Satu orang tewas. Kemungkinan, dialah pelakunya. Jadi, ini bom bunuh diri.

Lokasi meledaknya bom yang merupakan tempat ibadah umat muslim bagi saya tidak berarti bahwa pelakunya tidak ada kaitan sama sekali atau bukan orang islam. Mesjid yang dibom, katanya, adalah sebuah mesjid yang para jemaahnya pluralis. Jika benar pelakunya merupakan pengikut aliran islam radikal, maka kini sangat jelas terlihat, perbedaan telah menjadi masalah besar bagi banyak orang. Perbedaan dalam segala hal, termasuk pandangan, ideologi, maupun tafsir.

Islam  memang belum bisa dipisahkan betul dengan terorisme. Sebetulnya, masyarakat Indonesia semakin cerdas. Banyak yang tidak lagi apatis terhadap perkembangan negara.  Tapi citra muncul karena ada bukti. Kini, yang harus dicerdaskan bukan lagi masyarakat awam, melainkan mereka yang menanamkan atau ditanamkan tafsir-tafsir radikal yang membahayakan banyak jiwa. Juga raga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s