Relasi Hukum dan Keadilan


Jurnal Filsafat Driyarkara juga membahas soal ini di edisi nomor 2 tahun 2005. Tulisannya membahas tentang Jacques Derrida dan gugatannya terhadap konsep keadilan yang terdefinisikan. Hukum, bagi Derrida tidak mencukupi keadilan karena keadilan dapat melampaui tatanan hukum.

Jika saya suka, saya akan terus mengulang dan mengupasnya, begitu juga dengan ketertarikan saya terhadap pandangan Derrida. Ini menarik. Di sekolah, saya menemukan banyak interpretasi tentang keadilan. Saya menemukannya di mata pelajaran kewarganegaraan, atau juga di mata pelajaran agama islam. Dalam pelajaran kewarganegaraan, keadilan dikaitkan hampir secara menyeluruh dengan hukum. Logika keadilan dipusatkan pada hukum. Derrida mempersoalkan apakah keadilan itu tanpa tatanan, tanpa pusat, tidak bermakna tunggal, dan dengan demikian tanpa struktur ketat yang menjamin kebenaran keadilan.

Hukum tentu saja harus dibuat sempurna karena rumusannya dipakai oleh seluruh tatanan masyarakat, tapi bagi saya, tidak ada keadilan yang sempurna. Maka dari itu keadilan merupakan sesuatu yang tidak sanggup dijangkau hal-hal seperti rumusan hukum. Keadilan itu tidak bisa diperoleh dengan cara begitu saja mengiyakan dan mengikuti jalur hukum.

Jadi, keadilan bukan hanya menempatkan segala sesuatunya dengan tepat atau sederhananya membagi rata seperti yang disebut di sekolah-sekolah. Penempatan dan pembagian dapat dilakukan secara sempurna dan terhitung, tapi tidak dengan keadilan.

Advertisements

One thought on “Relasi Hukum dan Keadilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s