Tentang Rona


Beberapa cerita pendek yang saya buat memakai nama tokoh yang sama. Salahsatu alasannya memang karena saya merasa tidak terlalu pandai menentukan nama tokoh, tapi alasan lainnya adalah karena saya mulai merasa bahwa mereka hidup. Saya terlalu sayang untuk menghentikan cerita tentang mereka. Berhenti menulis tentang mereka berarti seolah menghentikan hidup mereka. Salahsatu tokoh yang muncul di beberapa cerita pendek adalah Rona. Namanya saya dapat saat saya melintas di depan rak buku dan sekilas melihat buku hijau yang tak terlalu tebal karya Astrid Lindgren, Ronya sang Penyamun. Saya merasa senang sudah menemukan nama Rona. Saya suka saat mendengar nama Rona diucap. Di dalam imajinasi saya Rona memang selalu hidup. Ia selalu hidup dalam cerita yang penuh suspens. Tapi meski menyenangkan, menuangkan imajinasi ke dalam tulisan bukan hal mudah. Jadilah hanya beberapa cerita tentang Rona yang saya tulis. Terakhir, cerita pendek “Kedatangan Rona” (https://aurasmaradana.wordpress.com/2011/01/30/kedatangan-rona/) sempat menarik perhatian ayah saya di rumah. Dia banyak berkomentar, dan saya pun mengutak-atik cerita itu hingga akhirnya menemukan ending yang sesuai.

Awalnya, Rona adalah saya. Banyak kesamaan antara saya dan Rona yang memang sengaja dibuat. Beberapa teman sempat menyadari itu. Tapi kenapa? Jawabannya, jujur, karena saya ingin diperhatikan. Kadang saya ingin orang merasa ingin tahu terhadap apa yang saya rasakan atau rahasia apa yang saya punya. Lewat cerita pendek dan lewat Rona, saya memancing keingintahuan banyak orang tentang diri saya sendiri. Tapi lama kelamaan, imajinasi saya melampaui batas. Saya dan Rona tidak lagi sama. Saya pun akhirnya tidak lagi mau menyamakan diri dengannya karena cerita-cerita tentang Rona tidak ideal lagi di nalar saya.

Kini, saya menolak menjadi seperti Rona, tapi saya juga menolak untuk menghentikan “persahabatan” saya dengannya.

Advertisements

One thought on “Tentang Rona

  1. Penulis dan tokoh ciptaannya. Ini udah sering disebut-sebut, tapi analisis kamu fresh menurut aku.

    Simpulan terakhirnya gong banget, Ra. Kamu bakal jadi penulis jagoan suatu saat nanti. No doubt =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s