Semacam pembelaan


Saya pernah menulis cerita tentang dua orang manusia dan para benda di ruang tamu. Saya memasangnya di blog, lalu orang berbondong-bondong menebak siapa kedua tokoh di dalam cerita itu. Banyak pertanyaan. Banyak yang mengira itu adalah pengalaman pribadi saya.

Mereka bukan siapa-siapa. Mereka berdua tidak pernah ada. Mereka, bagi saya, adalah Arjuna dan Srikandi, Windu dan Devrina, Dudu dan Mama, Iteung dan Kabayan, San-San dan Wa-Wa yang disempurnakan oleh ilusi dan imajinasi. Jadi mereka bukan saya dan siapapun yang Anda tebak. Bukannya saya tak suka pembaca bermain dengan imajinasi, tapi banyak hal yang membuat saya terganggu setelah cerita itu dipublikasikan. Bukankan inspirasi bisa datang dari apapun dan siapapun? Hanya saja, saat kita mengembangkannya dengan sejuta jenis ilusi dan imajinasi, apa dan siapa itu tidak akan tetap persis seperti semula. Jika apa dan siapa itu tetap sama keadaannya, betapa tidak bergunanya imajinasi! Saya juga tidak bisa membayangkan betapa saya akan malas menulis. Itu pasti, semuanya akan berkembang. Semuanya akan berbeda dari inspirasi yang kita lihat dan rasakan di awal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s