Keruk Terus Pantang Henti


Gunung yang saya lihat di kawasan Citatah itu katanya bernama Gunung Masigit. Sudah berkali-kali saya melintasinya. Keadaannya kini sangat mengkhawatirkan. Bentuknya tak lagi seperti gunung. Itu disebabkan karena batuan karts yang membentuknya tak henti dikeruk. Seakan tidak peduli dengan kerusakan alam, alat-alat berat terlihat terus mengeruk badan gunung itu kepentingan segelintir pengusaha. Tak terhindarkan lagi pepohonan menghilang dari pandangan, oksigen yang biasa dihasilkan menipis. Padahal, pemerintah sudah mengupayakan dan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana. bijaksana dalam konteks ini tentu saja berarti tidak merugikan banyak pihak. Pengerukan karts di Citatah sangat jauh dari bijaksana. Hal ini dibuktikan dengan air tanah yang berbau dan udara yang gersang dan berdebu. Demi keuntungan industri dan segelintir pengusaha, kerusakan alam dihalalkan.

Di dalam UU No.23/1997 disebutkan bahwa pemanfaatan sumberdaya alam seharusnya menimbulkan dampak negatif seringan mungkin dan manfaat seoptimal mungkin. Tapi apa yang terjadi sesungguhny dikawasan karts Citatah? Pengerukan menimbulkan dampat negatif yang sangat besar. Tak ada sedikitpun kepedulian akan kelestarian alam.
Jadi, mengapa sebetulnya pengerukan masih terus dilanjutkan? Padahal di perkotaan mal banyak berdiri, siap dijamah untuk investasi. Tentu saja tidak ada bedanya. Uang yang dihasilkan tentu saja juga sama-sama tidak sedikit.
Jadi kenapaaa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s