Musik


Dari dulu saya sering mengeluh waktu merasa tidak punya teman yang mengerti saya dalam bermusik. Minimal sejalan dengan saya. Sampai kini pun sepertinya begitu. Memang kenyataan. Bukan berarti saya pengeluh. Dalam beberapa hal saya tak seperti itu. Musik itu penting bagi saya. Saya tak punya tempat untuk menyalurkannya. Memang saya tak bisa memainkan alat musik. Gitar hanya genjreng-genjreng tidak menentu, pianika pun hanya tiup-tiup pijit tak karuan. Tapi saya benar-benar butuh musik. Mendengarkannya sudah pasti jadi rutinitas, tapi hasrat saya tidak tersalurkan jika hanya sebatas mendengarkan. Dan teman? Banyak. Hanya saja tak ada satu pun yang mengerti dan berusaha membantu saya keluar dari kebingungan bermusik. Mencoba mengajarkan saya, misalnya. Karena saya adalah orang yang bertekad kuat sebetulnya. Terutama untuk hal-hal asik seperti musik.

Musik musik musik. Banyak yang masuk telinga saya. Rock dan blues yang paling betah saya dengar dan dendangkan. Saya ingin sekali mencoba membawakannya. Tapi tak ada yang jadi bekal. Hanya sebatas suara-suara dari mulut saya.

Tak ada salahnya terus berharap. Yah, semoga saja…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s