Mimpi


Apa yang sedang saya pikirkan sekarang :

‘ Bagaimana caranya menjadi pengingat yang baik. Dan yang akan saya lakukan setelah terwujud adalah dengan tepat waktu mengerjakan tugas dan tidak lagi mengecewakan guru-guru saya.

‘ Bagaimana caranya agar festival film mutiara bunda jadi diadakan dan sukses. Dan yang akan saya lakukan setelah terwujud adalah memamerkannya ke orang-orang sambil berkata: “Ieu yeuh sakola aing!” Haha.

‘ Bagaimana caranya agar mendapat banyak teman yang klop dalam bermusik dan bisa diajak kerjasama. Dan yang akan saya lakukan setelah itu terwujud adalah membuat kelompok musik paling asoy dan berkualitas sejagat raya! Tidak lupa ngajak musisi-musisi asoy yang nggak harus terkenal buat ngegarap album bareng. Minimal Adrian Adioetomo deh. Maksimalnya Pink Floyd atau Santana atau Simon&Garfunkel atau Sting. Sip deh.

‘ Bagaimana caranya agar kamar saya terlihat rapih. Dan yang seharusnya saya lakukan adalah merapikan lukisan-lukisan saya yang terlukis di tembok (nggak bisaa!), merapikan kasur setiap bangun tidur (kalau nggak telat bangun.), membuang benda-benda nggak penting yang masih disimpan, mengelap kaca, mencuci gorden (yang sudah sekitar tujuh tahun absen dari mesin cuci.), merapikan buku-buku sesuai genre atau penulisnya, dan mengembalikan buku-buku ayah-ibu yang sudah dibaca ke tempatnya.

‘ Bagaimana caranya dapet uang yang luar biasa banyak. Dan yang akan saya lakukan setelah terwujud adalah beli pianika baru, harmonika keren, beli soft case gitar yang bagus, beli buku-buku baru, beli film-film asik yang belum saya punya di si ibu yang jual dvd di jatinangor, melunasi uang kas samba dan kelas sampai setahun ke depan, juga melakukan pembayaran lainnya, beli dslr, bikin pameran tunggal lukisan-lukisan saya, bikin label rekaman plus studio lengkapnya, beli toko kaset loak di cihapit, cukup dua kios deh, buka warnet pertama di komplek rumah saya, beli mesin waktu dan memutar waktu lalu pergi ke Berlin untuk nonton anniversary Alphaville, nonton Pink Floyd di konser tembok berlin, nggak lupa ajak ayah-ibu, kalau ada yang mau ikut, boleh deh! bisnis saham, beli celengan besar yang mahal edan dan sekali dibuka langsung hancur dan nggak bisa beli lagi. Biar saya bisa nabung terus dan terus dan terus.

Dan lalu saya ingin jadi orang yang baik hati, rendah hati alias tidak besar kepala, ramah tamah, penyayang, disenangi semua makhluk, dan bertakwa. Tapi masalahnya, impian saya semakin ke bawah kok semakin irasional. Aduh.

Advertisements

9 thoughts on “Mimpi

  1. Bukannya Ibu kamu punya kenalan banyak musisi. Coba minta dikenalin deh…. 🙂

  2. Yang relatif rasional: kembalikan buku ayah dan ibu ke tempatnya!!!

  3. hahaha ibu sudah bangga punya murid kaya kamu…dengan apa adanya dirimu…tinggal satu yang ibu harus ingatkan hargai waktumu isi dengan hal yang berarti

  4. @bu tetty: ibu-ibu amat ih ibu.

  5. hahaha ibu bangga punya murid kaya kamu…dengan apa adanya dirimu…tinggal satu yang ibu harus ingatkan hargai waktumu isi dengan hal yang berarti

  6. aku cinta apa adanya dirimu…tinggal satu yang ibu harus ingatkan hargai waktumu isi dengan hal yang berarti

  7. are you an Alphaville fan?

  8. like thissss…. teruskan bakatmu na..hhhaaaa!!

  9. sae pisan!! ngke upami simkuring mendak celengan saageung poskamling,didinya di wartosan. Kangge nabung. hehe.. Reuseup ieu (like this)… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s