Coup de Neuf#4


Setelah susah payah mencari parkiran, saya, Ardhi sang sepupu,  dan om melangkah masuk ke tempat parkir CCF, Bandung. Banyak orang di sana. Entah sedang berharap ada yang mau menjual tiket Coup de Neuf#4 yang sudah sold out atau sudah punya tiket tapi hanya nangkring menunggu Efek Rumah Kaca atau White Shoes and The Couples Company perform. Om Marin, teman om saya yang berwajah luar biasa asik melipat tangan di dada sambil berbincang dengan seorang wanita. Saat melihat kami, dia menyambut dengan senyum menawannya, yang mirip senyum Sir Dandy, menurut saya. Beliau berbincang dengan om saya. Yang inti pembicaraannya, we’ll enter as a press that night! Haha. Senangnya saya. Kami bertiga di cap di tangan. Bukan cap sinar X seperti penonton lain, hanya cap biasa seperti akan masuk Dufan. Kami dan Om Marin berpisah di pintu masuk.

Waktu masuk, Tigapagi sudah stay di stage, mengagetkan sebagian besar dari kami yang tidak tahu akan ada Tigapagi malam itu. Entah kenapa Tigapagi tidak dipublikasikan sebelumnya. Waktu saya masuk, sang vokalis sedang menyerukan terima kasihnya kepada penonton yang memilih datang dan nonton Coup de Neuf#4 dibandingkan nonton The Ting Tings. Tigapagi menyanyikan beberapa lagu. Satu lagu dinyanyikan bersama Cholil Efek Rumah Kaca. Penonton histeris dibuatnya. Jujur, saya tidak tahu hampir seluruh lagu Tigapagi,  hanya Menari yang mungkin memang lagu ‘kojo’ mereka. Tapi tak apa. Saya tak peduli. Saya suka musik mereka.

Seusai itu Astrolab menggebrak panggung dengan lagu-lagunya yang sama sekali saya tidak tahu. Meskipun cukup membuat kaki saya menghentak dan kepala saya bergoyang. Itu kali pertama saya menyaksikan penampilan Astrolab secara langsung.

“Tau nggak kamu lagu ini?” Kata seorang laki-laki yang berdiri di belakang saya. Wanita di sampingnya yang ditanya menggeleng sambil tertawa. “Ini hits single tau!” Kata sang laki-laki sambil ikut tertawa.

Kening dan baju kaos saya sudah basah oleh keringat dari beberapa menit sebelumnya. CCF membara malam itu. Sebetulnya ruangan tidak begitu penuh oleh penonton, tapi mungkin karena banyak gerakan dari orang-orang di dalam ruangan, jadi udara semakin panas.

Persiapan menuju performance dari guest star selanjutnya cukup memakan waktu. Efek Rumah Kaca yang berikutnya. MC berusaha mendinginkan suasana, meskipun banyak penonton yang lebih memilih pergi ke luar untuk mendinginkan diri.

Lagu-lagu Efek Rumah Kaca membuat saya berkomat-kamit. Lagu terakhir, kata Cholil, dipersembahkan untuk Bibit dan Chandra, para petinggi KPK yang ditahan kepolisian.

Di akhir performance, kata “lagi” berseru berulang-ulang dari penonton. Membuat Efek Rumah Kaca membawakan satu lagu yang benar-benar terakhir. Saat berakhir itulah banyak orang keluar ruangan dan pulang. Karena hanya Efek Rumah Kaca yang mereka tunggu.

Tapi itu merupakan keuntungan buat saya. Menyusutnya penonton yang pulang atau hanya sekedar pergi ke luar ruangan membawa saya semakin dekat ke panggung, semakin jelas menyaksikan Sari menyanyi dan berdansa bersama White Shoes and Couples Company.

Windu dan Defrina jadi lagu pertama. Saya menyanyi bersama banyak penonton lainnya. Lalu Topstar. Di lagu kedua, Ale beraksi dengan memasang kaca mata hitam lebarnya. Silau mungkin. Berikutnya Roman, Super Reuni, Good All Days, Masa Remaja. Suasana memanas. Sari semakin terlihat berusaha maksimal dengan cuaca yang menghasilkan keringat. Senja Menggila pun dibawakan. Lagu kedua yang saya tunggu-tunggu setelah Aksi Kucing. Tapi sebelum meong-meong, White Shoes membawakan Selangkah yang merupakan lagu Fariz RM. Kata om saya, itu satu-satunya lagu yang bisa dia nyanyikan sampai bagian terakhir selama pertunjukkan. Aksi Kucing menjadi penutup. Intro di bagian akhir lagu diperpanjang. Mungkin karena melihat antusias penonton terhadap mereka yang masih berlanjut. Seluruh personil sempat mempertunjukkan skillnya masing-masing. Membuat penonton bersorak-sorai bahagia. Saya pun begitu.

Berkat ruangan CCF yang kecil dan penonton yang tidak tertarik dengan song list maka dengan mudah saya mencabut song list White Shoes dari speaker. Tidak seperti saat saya dan teman mencoba meraih song list The S.I.G.I.T. Sulit!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s