Bloody Games


Awalnya saya dan teman sedang cari-cari album terbarunya Nidji di Google. Karena ketertarikan saya akan beberapa hal di album itu, jadilah saya mencari artikel-artikel tentang album itu. Tak disangka, saya malah nyasar ke sebuah blog berisikan gambar-gambar sadis mayat seorang bocah laki-laki. Judul kecilnya menyebutkan bahwa anak berusia 12 tahun itu dibunuh oleh bocah laki-laki lainnya yang berumur 16 tahun. Dan gilanya lagi, mayat si anak dipotong menjadi dua bagian. Bagian pinggang sampai kaki terpisah dengan bagian tubuh sisanya. Itu dilakukan oleh anak berusia 16 tahun!

Di blog itu ada kurang lebih lima gambar yang memperlihatkan dengan jelas jenazah si anak yang masih berada di TKP. Setelah diperhatikan, ada satu luka tusukan di perutnya. Entah di bagian mana lagi. Karena darah bersimbah di tubuhnya, di tembok, dan di lantai. Darah juga keluar dari bagian hidung. Matanya masih terbuka dan membelalak. Tubuhnya dibelit kabel hitam. Kaku. Bagaikan boneka yang tidak sengaja terkait di kabel listrik. Meskipun gambar-gambarnya ngeri, saya tetap mencari tahu lebih banyak tentang gambar itu. Ternyata anak itu dibunuh temannya gara-gara game online. WOW. Sayang sekali di situ tidak diceritakan rincian penyebab atau kejadiannya.

Di sekitar saya banyak orang yang suka dan rutin memainkan game online. Memang kelihatannya mereka terkadang seperti lupa akan dunia yang sebenarnya sudah membesarkan mereka. Saat mereka melewatkan hari liburnya tanpa game, mereka akan tampak seperti orang sakau. Meskipun sebenarnya mereka tidak akan mati karena tidak bermain game online. Paling tidak mereka diam tak berkata-kata seharian penuh. Saya sudah terbiasa dengan itu. Pengalaman terburuk saya hanyalah saat seorang teman yang keasyikan, lupa makan, dan pingsan di warnet saat bermain game. Hanya itu. Saya tidak berpikir akan terjadi hal yang lebih mengerikan karena game online. Ternyata ada. Foto-foto itu membayang di kepala saya. Bukan hanya bisa dikendalikan dan dimainkan, permainan di dalam layar kaca juga ternyata bisa mengendalikan otak seorang anak 16 tahun. Dan membuatnya menjadi seorang pembunuh sadis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s