Mundur Teratur


Aku mundur teratur
perlahan
seperti prajurit yang tak kuasa melihat meriam mengoyak kawannya.
Mundur.
Lalu lupa akan tangan-tangan yang membuat bangkit

Mundur teratur.
Mencoba lupa akan kemeja kotak-kotak berdarah hitam dari luka batin itu.
Lupa akan roda-roda yang buat menanti.
Lupa akan lentik jemari menyentuh senar,
yang lalu mengundang blues datang.

Aku mundur teratur.
Membiarkan kawan maju berbaur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s