KISAH


Lampu neon di halaman rumah itu punya kisah

kelanjutan dari yang kemarin malam

waktu dia lihat bulan purnama luar biasa bulat

yang kayak kue lebaran yang ditaburi gula halus. Manis.

Waktu dia lihat awan yang kayak di siang hari. Karena langitnya cerah.

Kayak kapas. Sampai-sampai dia mau mencekik lehernya sendiri dengan tali

dan menggantung diri di awan-awan itu.

Biar bulan punya teman yang sama-sama bisa bersinar.

Suara-suara dari wajan tukang mi itu juga punya

juga kelanjutan dari malam sebelumnya

waktu mereka menggema ngebut menerobos si malam yang sepi.

Waktu mereka melompat-lompat coba mengalahkan teriakan jangkrik

karena jangkrik-jangkrik akan melompat waktu berteriak.

Bergandengan, menemani bulan mengisi malamnya.

Sayang sekali aku tak punya kisah

karena sulit membuatnya

waktu hujan sedang turun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s