No Country for Old Men : Tata Bahasa Mengecewakan!


Buku ini adalah buku yang paling saya tunggu-tunggu untuk dibaca. Tapi apa daya, saya baru bisa membacanya belakangan ini. Semenarik filmnya. Bagi yang belum nonton filmnya, film No Country for Old Men ini adalah film yang paling membuat saya tercengang. Tanpa musik, sadis, dan… gila pokoknya! Castingnya juga bagus. Aktor main edan-edanan. Kayak orang gila semua! Haha.
Bukunya juga bagus. Cara bertutur asik, mudah dicerna, dan detil, sehingga saya bisa membayangkan dengan mudah adegan demi adegannya. Hanya saja, di balik cara bertutur penulis yang tidak sulit, terdapat kekurangan-kekurangan. Pertama, dari segi pengeditan, banyak terdapat kata-kata yang tidak seharusnya atau tidak baku. Misalnya kata tahu dan lihat yang ditulis tau dan liat. Ini dilakukan konsisten sampai akhir buku, bahkan dalam kata-kata yang berimbuhan seperti diketahui, mengetahui, memberitahu, kelihatannya, terlihat, dan kulihat ditulis sebagai diketaui, mengetaui, memberitau, keliatannya, terliat, dan kuliat. Kata-kata itu sangat mengganggu saya karena memang tidak seperti yang seharusnya. Ini mungkin disebabkan oleh editor, Setiadi R. Saleh yang kurang dapat memilih kata-kata yang tepat. Ada juga dialog tanpa tanda kutip yang sempat membuat saya bingung untuk membedakan dialog dan deskripsi.
Dan intinya, saya lebih suka filmnya dibandingkan novelnya. Tapi tetap saja, buku ini istimewa. Jalan ceritanya menarik dan sadistik membuat ketegangan-ketegangan tersendiri saat membacanya. Salut!

No Country for Old Men
No Country for Old Men
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s