The Dyslexia Concert


Perjalanan saya menuju The Venue, Eldorado, Bandung betul-betul membuat banyak pertanyaan berkumpul di otak saya. Bagaimana keadaannya? Siapa saja yang akan hadir? Siapa band pembukanya? Jam berapa acara puncak dimulai? Lagu apa saja yang akan dibawakan? Berapa jumlahnya? Kejutan apa saja yang akan dihadirkan The S.I.G.I.T? Dan pertanyaan-pertanyaan itu belum bisa terjawab sampai saya sampai di lokasi. Kali itu saya datang ke launching album ke dua The S.I.G.I.T. The Dyslexia Concert. Saya belum masuk ke gedung konser sampai teman saya datang. Cukup lama saya menunggu. Jalanan ke arah Lembang malam itu memang padat merayap. Mungkin karena akhir pekan. Saat saya sampai di lokasi, mata dan otak saya sudah meraup banyak memori tentang ratusan, bahkan ribuan, orang-orang dan pakaian yang mereka pakai. Beragam. Karena menunggu teman saya itu, saya tak dapat menyaksikan opening act dari beberapa band. Awalnya saya tidak tahu band apa saja yang menjadi pembuka. Yang saya dengar kabarnya Monkey to Millionaire dan Speaker First. Dan ternyata kabar yang saya dengar benar, ditambah Jack&Four Men.

Ternyata penonton yang datang berasal dari berbagai daerah. Merupakan ide yang menarik juga saat ternyata terdapat beberapa shuttle di berbagai kota. Yang saya tahu, shuttle terdapat di Jakarta dan Yogyakarta. Mobil-mobil berplat luar kota Bandung pun memenuhi lapangan parkir Eldorado.

Saat saya masuk bersama teman saya, pas sekali, opening act berakhir dan para personil mengambil posisi masing-masing di atas panggung. Saat itu pukul sembilan, seperti jadwal yang telah direncanakan. Semua orang di hall berteriak. Mengelu-elukan mereka. Dan saat itu potongan rambut Rekti yang panjang dan cukup dapat dibilang centil mungkin jadi perhatian banyak orang. Adit muncul dengan kacamata lebar berwarna cokelat. Lalu melodi Black Amplifier terdengar. Membuat penonton semakin bersorak. Dan kami semua bernyanyi bersama. Beberapa dari penonton sempat menebak-nebak isi buntalan jaring di atas kepala kami. Buntalan tersebut, sudah bisa kami tebak, akan dibuka dan isinya dibiarkan jatuh menghujani penonton. Kami pun menunggu. Saya menerka, itu adalah sticker. Saya dan teman saya mencoba menuju ke tengah kerumunan penonton agar berada tepat di bawah buntalan jaring tersebut.

Dan konser dilanjutkan sampai dua puluh empat lagu selesai. Tiga belas lagu merupakan lagu dari album pertama, plus lagu Did I Ask Your Opinion yang merupakan soundtrack film Catatan AKhir Sekolah. Pada lagu No Hook, Rekti mencoba membuat dirinya dekat dengan penonton dengan mengulang-ulang bagian “No Hook” di sisi-sisi panggung sambil menyodorkan mikenya pada penonton. Lagi-lagi penonton dibuat bersorak. Provocateur dibawakan di urutan kesembilan. Akustik. Dan saat itulah lampu-lampu yang ternyata dipasang di langit-langit dan tembok hall menyala. Suasana serasa di dalam kafe. Beberapa penonton melambaikan tangannya ke atas. Perbuatan itu menyebar hampir ke seluruh penonton di dalam hall.

Midnight Mosque Song dibawakan sebagai lagu ketiga belas. Seperti di lagu aslinya, saya tidak pernah mendengar liriknya dengan jelas. Bagus. Itu membuat saya penasaran.

Tak saya sangka, lagu-lagu baru dapat dengan lancar ikut dinyanyikan oleh penonton. Damned Woman yang paling mengejutkan. Setahu saya, di milis The S.I.G.I.T, lirik lagu itu tidak ada, tapi penonton di sekitar saya menyanyikannya dengan benar. Sedikit mengejutkan. Mereka benar-benar pendengar yang baik. Kecuali jika ternyata penonton-penonton di sekitar saya adalah kru.

Beberapa kali, Acil menggebuk drum sambil berdiri di atas kursi. Itu membuat penonton bersorak. Pendengar The S.I.G.I.T memang mudah bersorak. Begitu juga saat Rekti menyebutkan kata-kata “our last song”, penonton lagi-lagi bersorak. Kali itu kecewa. Dan kami, penonton, yang sebagian besar tahu bahwa mereka hanya sedang melakukan “act in stage” alias akting mencoba mengelu-elukan “We want more” dan “Lagi”. Lalu bukannya benar-benar berakhir, nyatanya Rekti malah melempar berbelas-belas tamborin, ke arah penonton. Penonton berlomba-lomba meraihnya. Berdesak-desakkan. Dan konser pun berlanjut kembali. Penonton yang mendapatkan tamborin langsung membunyikannya berirama sepanjang lagu.

Kami, para penonton juga bersorak saat Rekti mengeluarkan sebuah suling rekorder dan memainkannya di lagu ke delapan belas, Bhang. Menarik. Lalu lagu terakhir, Money Making dibawakan. Saat itu juga buntalan jaring di langit-langit dibuka. Isinya berjatuhan. Ternyata bukan sticker seperti yang saya kira. Isinya uang-uangan dengan lambang album Dyslexia.

Konser berakhir.

Saya dan teman saya melawan arus. Kami berjalan ke arah panggung. Mengejar song list. Cukup lama kami berdiri di pagar pembatas. Sampai akhirnya ada mas-mas yang membantu kami mendapatkan song list yang sudah berupa buntalan kertas dengan selotip disana-sini. Tapi tak apalah. Dan dengan serta merta, teman saya yang satu itu membuat si buntalan song list itu menjadi miliknya. Lima lembar dari lima lembar yang ada.

Saya lalu putus asa ketika tulisan THE S.I.G.I.T TOILET, yang saya sudah niatkan untuk berada di dinding kamar saya, digulung oleh seseorang tepat di depan mata saya. Saya keduluan. Sial.

Dan saat melihat jam di layar handphone, ternyata waktu masih menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Ternyata acara selesai lebih cepat daripada yang saya duga. Saya tidak puas. Waktu sekitar empat jam itu The S.I.G.I.T memang terlihat tampil all out dan keren luar biasa. Tapi entah kenapa saya dan beberapa teman yang saya tanya, merasa kurang puas.

Tak apalah. Konser yang berakhir dengan “Closing jam in E minor” itu mengobati saya dengan penampilan live mereka. Tentang “Closing jam in E minor”, tenang saja, itu bukan lagu terbaru. Itu hanya tulisan tangan di bagian akhir song list yang akhirnya saya scan itu.

Advertisements

One thought on “The Dyslexia Concert

  1. APRES! ITB presents:
    Ganesha Music Event 2010
    Sabtu, 17 April 2010, jam 18.45
    tempat: lapangan basket (CC barat) ITB
    menampilkan: Pretty Blue, Mathemusic, Fruit n’ salads, stompress feat human beatbox
    Bintang tamu:

    Baby Eats Crackers

    MONKEY TO MILLIONAIRE

    Gratis untuk umum

    http://www.facebook.com/group.php?gid=107695402584393

    http://www.facebook.com/#!/event.php?eid=309986403242&ref=ts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s