Mengigau


Dalam waktu beberapa menit, tenggorokanku mulai terasa terbakar. Awalnya hanya gatal-gatal. Seperti ada mollusca yang berjalan mondar-mandir di tenggorokanku. Ingin rasanya aku batuk keras-keras dan memuntahkan makhluk berlendir itu ke lubang toilet dan beberapa detik kemudian membuatnya berada di septic tank. Aku menyentuh keningku dengan tanganku yang berkeringat. Aku tak bisa merasakan suhunya. Tapi kata orang-orang rumah, suhu tubuhku panas. Panas sekali.

Pagi hari, pada hari kedelapan belas sakitku bertambah parah, aku mengigau. Lagi-lagi kata orang rumah. Siapa yang akan ingat dan sadar jika dirinya pernah mengigau. Aku berjalan dengan mata terpejam menuju dapur. Sesekali kakiku tersandung panci atau benda-benda lainnya yang menghalangi langkahku. Katanya, karena kesal terus menerus tersandung, aku berlari kencang. Aku mengacak-acak lemari dapur, seakan-akan mencari sesuatu. Ini katanya. Kata orang-orang yang melihat tingkahku. Merupakan pertanyaan besar, saat aku berpikir tentang usaha apa saja yang sudah mereka lakukan untuk menghentikan igauanku. Dalam igauanku, aku menjerit. Ternyata tanganku meraih sesuatu yang tajam yang membuat telapak tanganku berdarah. Pisau dapur. Tapi aku tetap meraih gagangnya. Katanya. Aku terbatuk sebentar. Diam. Merasakan gatal di tenggorokan yang tak kunjung reda. Aku menggaruk leher dengan penuh emosi. Berharap garukanku akan sampai di dalam tenggorokan dan menghentikan gatal.

Dengan serta merta aku menghunuskan pisau dapur yang berada di genggaman tangan kiriku menuju leher. Sakit muncul dan membangunkan aku dari tidurku. Terlambat. Darah sudah muncrat dari leher. Bersimbah di sekitarku.

Orang-orang berteriak histeris. Itu pun katanya. Orang-orang bersedih. Katanya. Orang-orang menolongku. Orang-orang penuh duka hari itu. Lagi-lagi itu hanya katanya. Kata tukang reparasi yang membenahi dan menyambung urat, syaraf, dan benda-benda yang ada ditenggorokanku di sini. Ya, disini, di tempat aku dapat melihat orang-orang itu tertawa dan tak lagi ingat padaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s