Kota Bandung Kini


Perasaan kecewa dan sedih tidak bisa ditepis lagi saat saya jalan-jalan dan memperhatikan jalanan di kota Bandung. Sekarang jalan-jalan dan menikmati keindahan kota Bandung tidak senyaman lima tahun yang lalu. Perubahannya cukup signifikan, sekarang Bandung tampak gersang tanpa pepohonannya yang dulu banyak dan rindang. Pohon-pohon itu ditebang demi membangun sarana umum atau demi perluasan jalan yang memang bertujuan untuk memperlebar jalanan Bandung yang sekarang sudah padat dengan kendaraan bermotornya. Demi meraup keuntungan, beberapa pihak merelakan kesejukan kota Bandung menggantinya dengan sarana umum. Mall, FO alias Factory Outlet, dan ruko-ruko dengan berbagai macam tingkat dan tujuan konsumen. Semakin lama, sarana umum semacam itu semakin menumpuk. Hampir disetiap jalan kota, ada. Yang sungguh disesali, macet makin menjadi. Lahan parkir milik sarana umum yang sempit itu tidak sebanding dengan kondaraan konsumen yang datang, sehingga kendaraan-kendaraan mereka kebanyakan diparkir asal di pinggir jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Lagipula, apa para konsumen berbagai “belanjaan” Bandung itu belum merasa cukup dengan hanya adanya 1 atau 2 pusat perbelanjaan di masing-masing daerah? Sadarkah mereka yang meraup keuntungan dari semua itu akan semakin sempitnya kota Bandung karena hadirnya lokasi-lokasi tersebut? Setelah sekian lama sering mendatangi berbagai sudut kota Bandung dimanapun itu, orang yang memperhatikan lingkungan dan peduli sekitar pasti akan menyadari dan merasa sedih tentunya, ternyata bukan hanya pepohonan rindang yang dikorbankan. Bangunan-bangunan tua Belandapun sebagian besar ikut lenyap. Seperti semua tahu, bentuk bangunan-bangunan tua Belanda mempunyai arsitektur yang sederhana tapi menonjolkan ciri yang amat khas. Pintunya tinggi, mungkin dipengaruhi oleh tinggi badan orang Belanda yang dulu banyak tinggal di Bandung. Jendelanyapun lebar-lebar. Sayang beribu sayang, bangunan seperti itu sudah amat jarang ditemui di kota Bandung dan sekitarnya. Bukan hanya bangunan tua Belanda yang jarang ditemui lagi, tapi juga orang-orang yang mempedulikannya. Yang mengelola sisa-sisa bangunan tua Belanda itu pastilah orang-orang yang peduli dan rela mengorbankan hartanya untuk membeli dan mempertahankan keberadaan bangunan-bangaunan itu. Andai saja pemerintah menjaga dan memugar kembali bangunan-bangunan tua yang ada di kota Bandung, pasti banyak wisatawan tertarik. Banyak pihak bisa mengambil keuntungan dari dipugarnya kembali lokasi-lokasi tua di kota Bandung, salahsatu contohnya para fotografer yang bisa menjadikannya objek-objek foto untuk keperluan tertentu. Seperti di trotoar-trotoar jalan Asia Afrika yang berlatar bangunan berasitektur tua Belanda yang seringkali dijadikan tempat foto pra weeding. Bandung bisa menjadi terkenal dengan bangunan tuanya seperti kota besar lain yang sudah menjadikan bangunan-bangunan tua sebagai ikon kota tersebut seperti Semarang dan Yogyakarta. Pemerintah kota Bandung yang sudah lama berusaha untuk menambah ketertarikan Bandung dari segi pariwisatanya, pelan-pelan pasti akan sukses. Akan lebih baik jika objek wisata alam yang selama ini lebih banyak diperhatikan juga dibarengi dengan diperhatikannya objek wisata peninggalan sejarah. Seperti halnya kota Jakarta yang memiliki kawasan dengan bangunan-bangunan tua yang kawasannya disebut Kota Tua. Kini kawasan tersebut memang terlihat tak terawat dan kumuh. Tapi ternyata sejak jaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, beberapa lokasi di Kota Tua telah mendapat beberapa pemugaran kecil. Tahun 2008 ini pemerintah Jakarta juga berniat memugar kawasan tersebut. Jadi sebenarnya, tak harus hanya dengan Factory Outlet, ketertarikan wisatawan pada bangunan tua juga bisa menambah keuntungan pemerintah. Kini, dengan menghilangnya bangunan-bangunan tua di Bandung, hilang pulalah sejarah kota Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s