The Underground Reporter


Judul : The Underground Reporter

Penulis : Kathy Kacer

Penerbit : Kanisius

Tahun Terbit : 2006

Tebal : 216 halaman

Buku The Underground Reporter ditulis Kathy Racer pada tahun 2004. Buku tersebut berlatarkan sebuah kota kecil di Cekoslovakia, yaitu Budejovice dan dibuat berdasarkan kisah nyata.

Pada Perang Dunia II, Nazi menduduki Budejovice. Karena itu, orang-orang non-Yahudi dilarang berhubungan dengan orang-orang Yahudi. Dan dalam waktu singkat, anak-anak dan para remaja Yahudi di kota itu tidak lagi bisa bersekolah dan bermain di tempat umum.

Dua anak Yahudi, John Freund dan Ruda Stadler sangat resah dengan keadaan yang menimpa mereka. John yang gemar olahraga, merasa marah karena kehilangan kesempatan bermain bersama teman-temannya.

Pada Juni 1940, para orangtua Yahudi pergi ke Dewan Yahudi yang ada di Budejovice untuk meminta bantuan agar anak-anak mendapat tempat bermain. Dewan itu disebut Dewan Kile. Akhirnya Dewan Kile menyampaikan permintaan tersebut kepada Nazi. Di saat yang bersamaan, ada seorang petani yang menawarkan sebidang tanah kosong miliknya di tepi sungai. Di sebidang tanah itulah para anak-anak dan remaja Yahudi rutin berkumpul. Mereka menyebutnya “kolam renang”.

Ruda Stadler, seorang penulis berbakat di sekolahnya, mulai merasa harus melakukan sesuatu yang dapat menghibur diri. Ruda mulai merancang idenya untuk membuat suatu majalah. Bermodalkan mesin ketik tua yang dibawa dari rumah, ia mulai menulis. Ia juga mulai meyakinkan teman-temannya dengan menjelaskan tujuan majalah tersebut.

Ruda memutuskan memberi nama majalah tersebut “Klepy” yang dalam bahasa Cekoslovakia artinya gosip. Ternyata, setelah selesai dan hanya terbit dalam 1 eksemplar, anak-anak di komunitas kolam renang sangat tertarik dan berebut untuk membacanya.

Pada Agustus 1941, Nazi mengeluarkan peraturan baru bagi orang-orang Yahudi. Orang Yahudi yang keluar rumah harus mengenakan tanda bintang daud yang ditempel di baju mereka. Selain itu, Nazi ternyata menutup kolam renang! Anak-anak di komunitas kolam renang sedih sekaligus marah dengan keputusan itu. Tetapi sampai dengan bulan September, “Klepy” masih terbit untuk edisi terakhir. Dalam pembuatan edisi terakhir, Ruda mendapat berita dari koran dan radio.

Musim gugur 1941, Adolf Hitler menetapkan rencananya untuk membunuh semua orang Yahudi yang ada di Eropa. Dan di awal Februari 1942, seluruh umat Yahudi bersiap-siap untuk dideportasi ke sebuah kota, yaitu Theresienstadt, kota yang diperuntukkan bagi tahanan Yahudi dari Cekoslovakia dan sebagian wilayah Eropa. April 1942, mereka pun meninggalkan rumah mereka. Karena para orang Yahudi tahu bahwa janji akan kehidupan yang layak di Theresienstadt itu hanya bualan belaka, dengan berat hati mereka meningggalkan harta bendanya di rumah.

Ketika itu, Ruda bingung dengan 22 edisi “Klepy”. Ia menyelamatkan “Klepy” dengan menitipkan pada bekas pembantu keluarganya, yang beragama Kristen, Thereza.

Perjalanan menuju Theresienstadt pada Sabtu, 18 April dilalui oleh para Yahudi dengan kereta yang gelap, penuh, dan sesak. Di Theresienstadt, kehidupan berjalan seperti apa yang dibayangkan para Yahudi, bahkan lebih menakutkan. Kota itu sangat kotor dan gersang. Kotanya hanya terdiri dari tiga bangunan utama. Di bangunan-banguan tersebut terdapat barak-barak tempat tinggal. John Freund ditempatkan di barak L417 yang, sama seperti barak lainnya, pengap dan sesak.

Setiap harinya di Theresienstadt, ribuan penghuni datang dan pergi. Pada November 1943, John pergi meninggalkan tempat itu. Bukan untuk menikmati kehidupan yang lebih baik, tapi pergi menuju Auschwitz! Kamp di Auschwitz jauh lebih parah dibandingkan Theresienstadt. Auschwitz berlumpur, bau, dan yang pasti penuh penyakit. Suasana seperti itu semakin mengurangi nafsu makan yang hanya sup encer yang rasanya tidak enak dan secuil roti. John merasakan kehidupan seperti itu sampai tahun 1945 saat pembebasan dilakukan. Tetapi percuma, sudah banyak orang-orang Yahudi yang mati karena berbagia sebab!

Saat buku The Underground Reporter tersebut dibuat, Kathy Kacer sempat melakukan perbincangan panjang dengan tokoh-tokoh yang ditulisnya, tentu saja yang masih tersisa. Kini, majalah “Klepy” masih dipajang di Museum Yahudi di Praha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s