Doa-Doa Har

“Har, kalau memang keputusanmu sudah tanak, lakukanlah.” Namun berat untuk Har. Ia tak sanggup melihat ibunya senantiasa melamun di jendela kamar, membuka pintu kamar lebar-lebar, seakan ingin menunjukkan kegelisahan pada semua orang yang melintas di depan pintu kamar. Har membayangkan ada jutaan ton kegamangan yang bergelayut di pundak ibunya. Betapa berat kenyataan yang harus diterima… Read More Doa-Doa Har

Tujuh Desember

Cicero wafat sebelum tiba masehi. Royal Opera House di London jadi rumah narasi-narasi kecil. Pearl Harbor meledak parah sebelum Amerika masuk ke pusara yuda. Ibu merindu Sondang—yang takkan lagi pulang ke rumah—bahkan sebelum malam tanak. Manusia berkaca pada pemberian-pemberian yang diambil lagi untuk dicukupkan patah hatinya. Manusia menerima mimpi-mimpi bahagia yang dihentikan sebelum pagi. Tujuh… Read More Tujuh Desember

Obral Obrol Eps. 8 (Bersama Maulida Fadhila): Menikah, Untuk Apa?

Kalau ada waktu tepat untuk membicarakan tentang pernikahan, sekarang ini waktunya. Isu tentang cara pandang terhadap jomblo dan janda kini sedang digemari banyak orang. Hal itu terutama karena cara pandang yang meremehkan golongan itu. Orang-orang yang menjadi jomblo dan bercerai karena pilihan hidup yang sungguh-sungguh, atau berkomitmen untuk tidak akan pernah menikah memang sepatutnya melawan… Read More Obral Obrol Eps. 8 (Bersama Maulida Fadhila): Menikah, Untuk Apa?